27 Apr
319

DISKOTIK ISLAM

ان للمتقين مفازا حدائق واعنابا وكواعب اتراباوكأسا دهاقا    

“Sungguh orang orang yang bertakwa mendapat kemenangan, yaitu kebun kebun dan buah anggur dan gadis-gadis montok yang sebaya dan gelas-gelas yang berisi minuman. (An-Naba’: 31-34)

Ayat ini membolehkan rektor UIN dan IAIN membuat “diskotik” di kampusnya masing-masing.

Ayat ini merekam perspektif kehidupan masyarakat arab pra Islam yang gemar menghabiskan waktu untuk bersukaria, bersenang-senang, berdansa dan bernyanyi sambil menenggak minuman arak.

Para lelaki arab yang gagah  bersama  gundik cantik bergaul dengan bebas tanpa aturan yang jelas dan waras. Mereka para lelaki arab itu  melezati, meraba dan menggerayangi tubuh-tubuh haram lagi montok tanpa batas.

Begitulah Tuhan merekam arab pra Islam yang gemar bergelimang dan lekat dengan ruang-ruang maksiat, yang menurut perspektif mereka, perbuatan demikian merupakan kebahagiaan yang bermartabat dan penuh nikmat.

Memang benar menurut tradisi arab pra Islam, sebagaimana digambarkan dalam  sejarah dan catatan syair klasik bahwa orang yang dipandang mulia dan bermartabat adalah kaum  pemilik modal yang kaya mempunyai  kebun luas lagi mewah. Mereka inilah yang mendominasi kehidupan hidonis dan gemar bergelimang dengan penuh suka ria berdendang disko.

Namun kemuliaan mereka tidak diiringi dengan kemuliaan perilaku. Gerak dan hidup mereka setiap langkah bermoral serakah. Dendang gemerlap disko dan suara musik yang glamor berhiaskan dayang-dayang yang bermental rekreatif. Mereka tengglam dalam jebakan kepuasan sesaat tanpa landasan perspektif hidup ke depan.

Itu sebabnya dalam ayat di atas, Tuhan menawarkan perspektif baru di tengah masyarakat arab pra Islam agar melakukan perubahan dari orientasi kemartabatan yang berlandaskan diskotik duniawi menjadi diskotik ukhrawi.

Diskotik ukhrawi adalah diskotik yang tidak lagi menghabiskan waktu dan uang untuk berpesta dan berfoya-foya dengan para gundik montok. Tetapi diskotik yang berontasi takwa yang menjunjung tinggi kemartabatan bersama wanita salehah, canik, sehat dan bugar (bidadari) untuk mencapai kenikmtn dan kebahagiaan abadi. Wallahu a’lam.