11 Mar

Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan

Fakultas Tarbiyah Dan Adab

 

1.    Jurusan/Program Studi Pendidikan Agama Islam  

Dalam kajian kebudayaan, pendidikan merupakan proses transmisi kebudayaan (cultural trasmission). Artinya, membudayakan manusia atau menularkan dan membangun kebudayaan manusia adalah melalui pendidikan. Salah satu unsur yang diperankan dalam kebudayaan adalah Agama, yang dalam hal ini agama Islam. Dalam rangka mengambil peran inilah maka adanya program studi Pendidikan agama Islam pada Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten merupakan keharusan. Karena itu program studi PAI di Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten ini didirikan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

(1)Masyarakat Serang (Banten) yang sebagian besar (±90%) beragama Islam tentu nilai-nilai hidupnya berdasarkan atas nilai-nilai agama Islam. Pemahaman agama Islam yang baik melalui pendidikan adalah kebutuhan. Karenanya peran PAI menjadi penting, walau tidak dikatakan mutlak.

(2)Secara praktis, lembaga pendidikan agama islam yang berkembang di sekitar wilayah Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten sangat pesat, yang tentu saja memerlukan tenaga-tenaga yang melaksanakannya. Dengan penyiapan ini maka nilai-nilai agama Islam sebagai sumber dan unsur kebudayaan masyarakat menjadi tertransmisikan dengan baik.

 

2.    Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Arab  

Bahasa sebagai salah satu unsur kebudayaan, dapat ditempatkan pula sebagai alat untuk memahami simbol-simbol kebudayaan normatif atau sumber-sumber kebudayaan. Dalam hal bahasa Arab, dapat ditempatkan sebagai alat untuk memahami esensi dan substansi ajaran atau nilai-nilai ajaran islam, dimana agama Islam-nya sendiri sebagai sumber sistem kebudayaan masyarakat (Banten khususnya). Peran ini mesti diambil oleh Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten sebagai lembaga yang mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam. Karena itu didirikannya program studi PBA di Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten amat beralasan dengan pertimbangan-pertimbangan sbb:

(1)Bahasa Arab, dalam peradaban Islam, bukan hanya dipandang sebagai alat komunikasi tetapi justeru yang penting bahkan sebagai identitas peradaban islam. Keutuhan dan perkembangan peradaban Islam itu mesti diperani melalui pendidikan dan inilah peran baik Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.

(2)                Kesemarakan pendidikan keislaman atau bernuansa Islam, khususnya di banten, yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar, perlu mendapat sambutan dan dukungan yang memadai. Untuk itu pengadaan tenaga ahli di bidang ini perlu diciptakan melalui pendidikan tinggi seperti Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten

 

3.    Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris  

Apabila dalam arti khusus bahasa Arab itu menjadi ciri identitas peradaban Islam, maka bahasa Inggris ternyata merupakan bahasa global. Proses globalisasi sebagai suatu keniscayaan itu mesti disambut dengan kesiapan-kesiapan perangkat menghadapinya. Demikian pula penyebaran kemampuan berbahasa Inggris itu mesti dilakukan melalui proses pendidikan yang memadai. Untuk itu, penyelenggaraan pendidikan bahasa Inggris oleh Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten amat strategis dengan beralasan, dengan pertimbangan-pertimbangan sbb:

(1)                  Bahas Inggris, baik sebagai ilmu maupun sebagai keterampilan, mesti disebarluaskan kepada seluruh masyarakat dalam rangka kesiapan bersama memasuki era globalisasi. Penyebarluasan secara sistematis mesti dilakukan oleh pendidikan tinggi yang sekaligus pula mempersiapkan tenaga-tenaga penyebar (guru) itu. Inilah peran strategis Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten.

(2)                  Dalam melihat perkembangan regional, otonomi daerah, dan perkembangan pendidikan lokal (Banten), semuanya memerlukan pengembangan dan kemampuan bahasa Inggris. Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten berkewajiban dalam melaksanakan dan memenuhi kebutuhan tersebut.

 

4.    Jurusan/Program Studi Sejarah Dan Peradaban Islam  

Secara umum makna sejarah adalah pemahaman atas dinamika seluruh perjalanan hidup umat manusia. Karena itu seringkali sejarah diperlakukan sebagai cermin evaluasi masa lalu dan prediksi masa depan. Cerminan itu ada disetiap masyarakat dari yang berskala kecil sampai yang berskala besar. Bagi masyarakat Banten, sejarah Islam merupakan inti dari dinamikanya karena pembangunan masyarakat modern Banten dimulai dari lahirnya kerajaan Islam,  dan kelahiran kerajaaan Islam inipun merupakan proses dinamis dari penyebaran dan pengembangan agama Islam. Untuk menggali, menginterpretasi dan memprediksi sejarah, pembentukan program studi Sejarah dan Peradaban Islam (SPI), di Institut Agama Islam Negeri “ Sultan Maulana Hasanuddin” Banten amat beralasan, strategis dan penting dengan pertimbangan-pertimbangan sbb:

(1)Dalam merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, IAIN “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten juga berkewajiban untuk ikut bersama-sama seluruh komponen masyarakat Banten khususnya dalam membangun kebudayaan masyarakat (cultural building) sebagai bagian dari kebudayaan nasional. Studi bidang sejarah dan peradaban Islam dengan mempersiapkan tenaga-tenaga berkemampuan di bidangnya, adalah keharusan.

(2)Sejarah Islam dan sejarah nasional Indonesia adalah sejarah-sejarah lokal itu sendiri yang salah satunya ialah Banten. Karena itu studi dan mempersiapakan tenaga-tenaga berkemampuan di bidangnya, adalah kebutuhan masyarakat Banten khususnya.

(3)Menjawab otonomi daerah yang pengembangan potensinya melalui pemahaman masyarakat tentang sejarahnya, diperlukan studi sejarah yang memadai dan tenaga-tenaga yang berkemampuan yang juga memadai. Apalagi pengetahuan dan pemahaman sejarah itu dibina dan dipenuhi oleh pendidikan tinggi Islam.

 

 

 

 

5.    Jurusan/Program Diploma Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah  (PGMI)

Pendidikan dasar merupakan kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di banten ini, yang paling tidak dapat mengangkat anggota masyarakat mempunyai pengetahuan-pengetahuan dasar yang kelak bisa dikembangkan. Orang-orang atau tenaga-tenaga pengembang ini mesti disiapkan secara profesional. Karena itu Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten berprakarsa mendirikan program ini dengan alasan-alasan sbb:

(1)Pendidikan dasar yang bernama Madrasah Ibtidaiyah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang tertua. Keberadaannya selalu diprakarsai oleh masyarakat. Di Banten khususnya, hampir di semua daerah terdapat lembaga pendidikan ini, tetapi pengajar yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pendidikan dasar, amat belum memadai. Karena itu Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten berkewajiban untuk memenuhinya.

(2)Madrasah Ibtidaiyah (MI) meskipun sebagai pendidikan dasar, tetapi dari wataknya mesti bercirikan keislaman. Pendidikan dasar yang berkeislaman inilah yang relevan apabila tenga-tenaga pengajarnya dididik atau disiapkan/diadakan dari lembaga perguruan tinggi agama Islam. Inilah peran Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten yang harus dilakukan.

 

6.    Jurusan/Program Akta IV Kependidikan.

Akta IV dibidang kependidikan merupakan sertifikasi seseorang yang mempunyai keahlian tertentu untuk menjadi tenaga pengajar. Keahlian-keahlian yang meliputi bidang agama Islam dengan berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan-pengetahuan lain yang wajib ditularkan dalam proses belajar mengajar, harus segera mendapat dukungan. Karena itu, Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten yang salah satu program kegiatan akademiknya dibidang kependidikan ini berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan ini. Itulah sebabnya Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten membuka program Akta IV Kependidikan ini dengan alasan-alasan sbb:

(1)Guru (pendidik) yang dalam dimensi kebudayaan berfungsi sebagai agen transmisi budaya mesti diberikan legitimasi dan keterampilan dalam menjalankan fungsinya. Karena pesan-pesan budaya itu amat komplek, banyak dan beragam, terutama yang berupa ilmu pengetahuan, yang semua itu mesti ditransmisikan melalui pendidikan, maka agennya perlu diberikan keterampilan dan sertifikasi. Inilah peran strategis Institut Agama Islam Negeri “Sultan Maulana Hasanuddin” Banten

(2)Peminat-peminat untuk menjadi guru yang cukup banyak, amat relevan untuk diresponi supaya yang sudah menjadi “guru” , dan yang akan menjadi guru itu betul-betul seorang Guru, sesuai dengan fungsi-fungsinya.

 

.